Macam-Macam Konsep Perancangan Arsitektur yang Mendasar



Membuat konsep perancangan arsitektur tidaklah semudah yang dibayangkan. Para arsitektur harus membuat konsep yang tepat dan sesuai dengan keinginan. Sebuah sketsa gambar yang dibuat harus dibuat berdasarkan konsep perancangan yang tepat. Dalam ilmu arsitektur, ada lima konsep perancangan yang bisa digunakan. Kelima konsep ini yaitu konsep analogi, konsep metafora, konsep hakikat, konsep pragmatik, dan konsep cita-cita. Agar lebih jelas, berikut ini penjelasan untuk setiap konsepnya:

8496296882_92cd693cae_h
  1. Konsep analogi

Konsep dasar arsitektur yang pertama adalah konsep analogi. Jenis konsep ini merupakan konsep yang paling sering digunakan dalam membuat sebuah konsep desain bangunan. Analogi ini mengidentifikasikan sebuah hubungan yang mungkin terjadi dengan benda-benda yang ada. Sifat khas dari sebuah bangunan dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan proyek pembangunan selanjutnya. Misalnya saja pembuatan gereja dan sekolah akan sangat cocok dengan model gotik, sedangkan model dorik Yunani cocok untuk model bangunan sebuah bank dan perkantoran. Masih banyak lagi contoh dari penggunaan konsep analogi ini.

  1. Konsep metafora

Metafora merupakan sebuah konsep yang ditemukan oleh Charless Moore seorang arsitektur bangunan yang pernah membuat bangunan menyerupai batu alam. Konsep metafora ini sama dengan konsep analogi, yaitu mengidentifikasikan bangunan yang akan dibuat dengan benda lain. Dalam konsep metafora ini kata yang digunakan untuk menghubungkan adalah bagaikan atau seperti. Jadi, metafora mempunyai perumpamaan pola hubungan yang sejajar atau sama dengan benda lain. Sedangkan analog lebih berhubungan dengan kenyataan yang ada. Contoh dari konsep metafora adalah batu alam dan obelisik.



  1. Konsep hakikat

Konsep dalam arsitektur yang selanjutnya adalah hakikat. Jenis konsep ini adalah memusatkan dan menyaring aspek yang rumit menjadi keterangan yang jelas dan lebih ringkas. Dalam arsitektur, hakikat mengandung arti aspek yang paling inti dari sebuah benda yang dibangun atau dianalisis. Dimana inti konsep hakikat ini adalah mencari konsep yang mendasar dari sebuah perancangan bangunan. Dalam konsep hakikat ini sebelum mendesain sebuah bangunan maka harus dijawab terlebih dahulu pertanyaan mendasar apa sebenarnya hakikat dari bangunan yang akan dibangun.

8496296882_92cd693cae_h137SPm2
  1. Konsep progmatik

Konsep ini merupakan konsep yang menekankan pada identifikasi permasalahan dari sebuah proyek yang akan dirancang. Ketika seorang arsitektur dihadapkan sebuah masalah, maka hal pertama yang dilakukan dengan menggunakan konsep ini adalah mengenali terlebih dahulu permasalahan yang ada. Setelah diidentifikasikan detail dari masalahnya kemudian dicarilah solusi sebagai jawaban dari masalah tersebut. Konsep ini berhasil digunakan oleh Gyo Obata yang merancang museum ruang angkasa dan udara yang ada di Amerika Serikat.

  1. Konsep cita-cita

Konsep perencanaan arsitektur yang kelima atau yang terakhir adalah konsep cita-cita. Cita-cita merupakan konsep ideal yang dibawa oleh pribadi oleh sang arsitek ke dalam permasalahan perancangan bangunan yang sedang dikerjakan. Jika arsitek sudah bisa membawa konsep yang tepat pada sebuah proyek, maka hal inilah yang dijadikan sebagai inspirasi dan sebagai cita-cita yang tinggi bagi sang arsitek. Jenis konsep ini sangat berkaitan dengan pengalaman dan pengetahuan sang arsitek.

Tidak semua arsitektur mengacu pada satu konsep saja, semuanya bisa digunakan ketika akan membangun sebuah bangunan. Seorang arsitektur juga harus bisa memadukan kelima konsep ini agar bisa menghasilkan bangunan yang bagus dan sesuai dengan keinginan klien atau orang yang minta untuk dibuatkan. Pengalaman dan pengetahuan adalah bekal utama para arsitektur agar bisa menghasilkan bangunan dengan konsep yang menakjubkan dan berbeda dengan yang lainnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *